Contoh Audit Piutang
- Kondisi
Prosedur penjualan yang menimbulkan piutang (penjualan kredit) mengandung beberapa kelemahan:
1. Tidak terdapat prosedur yang dapat memastikan bahwa pasien yang berobat dengan tanggungan perusahaan telah disetujui oleh pihak berwenang pada perusahaan penanggung.
2. Tidak ada prosedur
yang memadai untuk memastikan bahwa pasien atas tanggungan perusahaan akan
membayar kelebihan biaya perawatan apabila pasien tersebut menggunakan
fasilitas yang melebihi dari batas atas biaya perawatan yang ditanggung
perusahaan.
Pencatatan terjadinya
piutang ke dalam kartu piutang perusahaan belum dilakukan secara tertib dan
disiplin oleh petugas pencatat piutang.
Perusahaan belum
melakukan penghapusan terhadap piutang sudah kadaluarsa.
Terjadi jumlah piutang
yang sangat besar pada debitor tertentu.
- Kriteria
Untuk memutuskan
terjadinya penjualan kredit, harus ada jaminan bahwa pasien yang berobat akan
membayar semua biaya pengobatan tepat pada waktunya.
Pencatatan piutang ke
dalam kartu piutang harus dilakukan secara kronologis dan tepat waktu, sesuai
dengan tanggal terjadinya untuk setiap debitor.
Untuk piutang yang telah
jatuh tempo lebih dari tiga tahun tetapi belum dibayar, tingkat penyisihan
kerugiannya adalah 100 %. Oleh karena itu, untuk piutang yang sudah melewati
masa penyisihan (telah jatuh tempo di atas 3 tahun) seharusnya sudah dihapuskan
dari pembukuan
- Penyebab
Belum ada pedoman baku
secara tertulis yang dimiliki perusahaan, dalam prosedur dan sistem akuntansi
yang digunakan saat ini. Karyawan di bagian piutang sebagian merupakan karyawan
baru dan belum memiliki pengalaman yang memadai dalam mengelola piutang
perusahaan dengan bisnis rumah sakit.
Belum tersedia kebijakan
dan atau peraturan memadai yang berkaitan dengan penentuan batas tertinggi
jumlah piutang untuk satu debitor dan penghapusan terhadap piutang yang sudah
kadaluarsa.
- Akibat
Informasi piutang yang tercatat di kartu piutang, buku besar piutang dan jumlah piutang di dalam neraca tidak selalu sama serta diragukan keakuratannya.
Banyak piutang yang tingkat ketertagihannya rendah (diragukan)
Banyak piutang yang tidak diakui sebagai utang oleh debitor.
Piutang yang tersajikan di dalam neraca tidak mencerminkan bahwa piutang tersebut adalah aset likuid yang dimiliki perusahaan yang bisa diharapkan sebagai sumber kas masuk untuk mendanai operasional perusahaan.
Perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 7.272.608.644 karena piutang tersebut tidak dapat ditagih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar